Menu

CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

Pada bulan September 2017 ini Kementerian Kesehatan membuka kesempatan lowongan CPNS Terbaru bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kementerian Kesehatan membutuhkan beberapa tenaga PNS yang mempunyai jiwa kerja tinggi, tegas dan jujur dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Pasalnya tugas dari Kementerian Kesehatan sendiri berkaitan dengan bidang Koordinasi dan Pengelolaan Penanganan Kasus Kesehatan di Negara Indonesia. Sehingga bagi kalian yang memiliki semangat untuk bekerja bersama pemerintah dan berniat bersama memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju lebih baik, maka bisa melalui Kementerian Kesehatan ini. Karena tugas dari Kementerian Kesehatan sudah jelas berhubungan dengan Penyusunan Kebijakanan yang menyangkut bidang Kesehatan di indonesia yang tujuannya adalah untuk menguatkan Ketahanan Fisik dan Kekuatan Negara Indonesia.       
Untuk informasi kriteria dan syarat Lowongan CPNS Terbaru Kementerian Kesehatan Tahun 2017 silahkan baca dibagian bawah posting. Pada bulan Juni 2016 ini Kementerian Kesehatan membuka kesempatan lowongan CPNS Terbaru  atau Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi kalian Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian KesehatanKementerian Kesehatan atau KEMENKES pada tahun 2016 ini membuka seleksi CPNS berbagai formasi. Jumlah Formasi CPNS KEMENKES itu terdiri dari berbagai jabatan dan kualifikasi pendidikan. Bagi anda yang berasal dari latar belakang pendidikan D3, Sarjana (S1), S2, S3 terutama yang berasal dari jurusan kesehatan seperti : Kebidanan, Keperawatan, Dokter, Apoteker, dll bisa mengikuti Seleksi CPNS pada Formasi Lowongan CPNS Kementerian Kesehatan atau disingkat CPNS KEMENKES tahun 2017.
Adapun disini ada beberapa kriteria bagi pelamar yaitu kebutuhan dari masing-masing jabatan diperuntukkan bagi pelamar dengan kriteria:

1.      Pelamar Cumlaude adalah pelamar lulusan terbaik (cumlaude dengan pujian) dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude/dengan pujian pada ijazah atau transkrip nilai.

2.      Pelamar Disabilitas adalah pelamar yang berkebutuhan khusus/memiliki keterbatasan fisik dengan kriteria
  • Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik;
  • mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi.
  • Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursiroda;
3.      Pelamar Putra/Putri Papua dan Papua Barat adalah pelamar dengan kriteria :
  • menamatkan pendidikan SD atau yang sederajat, SMP/SLTP atau yang sederajat, dan SMU/SLTA atau yang sederajat di wilayah Papua dan Papua Barat; atau
  • garis keturunan orang tua (ayah kandung) asli Papua dan Papua Barat yang dibuktikan dengan :
    • Surat Akte Kelahiran Pelamar,
    • Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga Bapak (ayah) kandung, dan
    • surat keterangan domisili surat keterangan dari Lurah/Kepala Desa).
4.      Pelamar Umum adalah pelamar yang tidak termasuk kriteria diatas.

IV. PERSYARATAN PELAMAR
  • Warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Repubik Indonesia.
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindakan pidana dengan pidana penjara 2 (dua) atau lebih (dibuktikan dengan SKCK dari Kepolisian).
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  • Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas Pemerintah.
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar (dibuktikan dengan SURAT KETERANGAN DARI DOKTER/RUMAH SAKIT PEMERINTAH yang masih berlaku).
  • Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari rumah sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir).
  • Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Tidak mengajukan pindah selama 5 (lima) tahun sejak diangkat sebagai CPNS sesuai dengan peminatan.
  • Setiap pelamar harus dapat mengoperasikan komputer (MS Office, surat elektronik dan browsing internet);
  • Pelamar berasal dari program studi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sekurang-kurangnya terakreditasi B (sangat baik)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sekurang-kurangnya terakreditasi A (unggul) sesuai tahun kelulusan, dengan minimal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,00;
  • Khusus formasi putra-putri Papua/Papua Barat, pelamar berasal dari program studi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi dengan minimal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 2,75;
  • Akreditasi program studi perguruan tinggi tersebut berasal dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) atau menggunakan surat keterangan akreditasi dari Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi;
  • Bagi jabatan Dosen, pelamar wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, ditunjukkan melalui sertifikat TOEFL dengan skor minimal 450 yang diterbitkan mulai Agustus 2015
  • Bagi pelamar untuk tenaga kesehatan kecuali entomolog dan epidemiolog harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku sesuai dengan profesi (bukan STR Internship);
  • Untuk formasi Cum Laude, pelamar harus lulusan dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus Cum Laude/pujian pada
    ijazah/transkrip nilai atau sertifikat Cum Laude;
  • Untuk formasi disabilitas, pelamar yang menyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus hanya pada kaki/tungkai atas/tungkai bawah;
  • Untuk formasi putra-putri Papua/Papua Barat, pelamar menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMU di wilayah Papua/Papua Barat, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang dilegalisir atau berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak) asli Papua atau Papua Barat, dibuktikan dengan akta kelahiran pelamar, fotokopi KTP bapak (ayah kandung) dan surat keterangan hubungan keluarga dari kelurahan/desa;
  • Untuk penempatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan :
    • Diutamakan laki-laki;
    • Bersedia bekerja dalam sistem shift (pembagian waktu kerja);
    • Bersedia bekerja on call selama 24 jam;
    • Bersedia dan mampu melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina baik di dermaga maupun di lepas pantai dengan sarana menggunakan tangga tali dan tangga biasa;
    • Memiliki kemampuan berenang;
    • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif.

V. TATA CARA PENDAFTARAN

1.        Persiapan Registrasi
Sebelum mendaftar ke instansi yang dituju, pastikan pelamar telah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran. Dokumen tersebut terdiri dari :
  • Kartu Keluarga
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Ijazah
  • Transkrip Nilai
  • Pas foto
  • Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar

2.        Dokumen persyaratan pelamar terdiri dari :
  • Surat lamaran ditujukan Kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rl di Jakarta, ditulis tangan/diketik menggunakan komputer bermaterai Rp. 6.000,- ditandatangani dengan pena warna hitam.
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli atau Surat Keterangan telah melakukan rekaman Kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).
  • Apabila domisili pelamar tidak sesuai dengan alamat KTP, yang bersangkutan harus membuat surat keterangan dari Lurah/Kepala Desa yang menyatakan yang bersangkutan telah berdomisili di tempat tersebut minimal 1 (satu) tahun.
  • Ijazah dan Transkrip Nilai Ijazah asli.
  • Surat Pernyataan harus diketik menggunakan komputer, bermaterai Rp. 6.000,- dan ditandatangani oleh pelamar dengan pena berwama hitam (format surat pernyataan dapat diunduh dilaman: https://sscn. bkn.po. id).
  • Pas photo berlatar belakang warna merah berukuran 3×4 (1 lembar).

3.        Tahapan Pendaftaran
A.    Pendaftaran Online
  • Pelamar terlebih dahulu melihat pengumuman dan alokasi formasi CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 yang tersedia melalui portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.go.id) dan website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id) mulai tanggal 5 s.d 19 September 2017
  • Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.go.id) dengan memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), NIK Kepala Keluarga atau Nomor Kartu Keluarga untuk mendapatkan akun calon peserta seleksi, dilanjutkan dengan pendaftaran sesuai jenis formasi (umum, Cum Laude/lulusan terbaik, disabilitas dan putra-putri Papua/Papua Barat dan pengisian biodata serta pilihan instansi Kementerian Kesehatan mulai tanggal 11 s.d 25 September 2017
  • Peserta tidak dapat melakukan perubahan terhadap jenis formasi dan instansi yang dipilih
    Setelah proses pendaftaran di portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.go.id) berhasil dilakukan, pelamar akan mendapatkan username dan password untuk login ke website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id) dan langsung melakukan pendaftaran online lanjutan mulai tanggal 12 s.d 26 September 2017 (setelah 1 x 24 jam sejak pendaftaran di portal PANSELNAS https://sscn.bkn.go.id)
  • Pelamar melanjutkan proses pendaftaran dengan mengisi data yang dibutuhkan sesuai dokumen yang dimiliki dengan memperhatikan petunjuk pengisian secara cermat dan hati-hati. Kesalahan pengisian yang tidak sesuai dengan dokumen pendukung dapat mengakibatkan ketidaklulusan seleksi administrasi
  • Pelamar hanya dapat memilih 1 (satu) formasi jabatan sesuai kualifikasi pendidikan
  • Pelamar tidak dapat mengubah pilihan peminatan yang sudah dipilih pada saat pendaftaran
  • Pelamar dapat memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili pelamar
  • Pelamar mencetak formulir pendaftaran online minimal 2 (dua) lembar, dan menempel 1 (satu) lembar pas
  • foto terbaru berukuran 4 x 6 cm berwarna serta menandatangani formulir pendaftaran tersebut.

B.     Pengiriman Berkas Pendaftaran
  • Berkas pendaftaran dikirim ke Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi sesuai lokasi ujian yang dipilih
  • Berkas pendaftaran dikirim melalui Pos Indonesia dengan kilat khusus/tercatat/ekspres mulai tanggal 13 s.d 27 September 2017sesuai alamat PO BOX yang ditentukan;
  • Panitia hanya menerima berkas yang didapat mengirimkan melalui PO BOX Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi sesuai lokasi ujian yang dipilih dan mulai diterima di PO BOX dimaksud mulai tanggal 13 September 2017 dan selambat-lambatnya tanggal 30 September pukul 15.00 WIB (Indonesia Bagian Tengah dan Timur menyesuaikan). Berkas yang diterima PO BOX setelah tanggal 30 September 2017 pukul 15.00 WIB (bukan tanggal cap pos pengiriman) tidak akan diproses
  • Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan tidak ada pengiriman berkas susulan
  • Berkas yang diterima sebelum tanggal 13 September 2017 dianggap tidak berlaku
  • Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan urutan sebagai berikut :
    • Asli hasil cetak (print out) formulir pendaftaran online (ditandai dengan barcode) yang telah ditandatangani pelamar dan ditempel pas foto berwarna terbaru berukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak perlu dilegalisir
    • Fotokopi Ijazah (D.III/D.IV/S1/S2) yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang dan dicap basah (Surat Keterangan Lulus dinyatakan tidak berlaku)
    • Bagi yang memiliki ijazah dari perguruan tinggi luar negeri harus melampirkan fotokopi surat penyetaraan ijazah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi disertai dengan konversi IPK (tidak perlu dilegalisir)
    • Fotokopi transkrip nilai dari perguruan tinggi yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang dan dicap basah
      Bagi pelamar dengan ijazah yang tidak tercantum akreditasi lulusan harus melampirkan fotokopi sertifikat/piagam/Surat Keputusan akreditasi program studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) atau menggunakan surat keterangan akreditasi dari Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi
    • Bagi pelamar untuk jabatan kesehatan yang mempersyaratkan Surat Tanda Registrasi (STIR), harus melampirkan fotokopi STIR yang masih berlaku dan tidak perlu dilegalisir (bukan STIR Internship)
      Bagi pelamar yang mengisi pilihan sedang/pasca Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan/Nusantara Sehat dan pasca Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PPDS-BK) yang tidak terikat Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), melampirkan fotokopi SK Pengangkatan atau Surat Keterangan Selesai Penugasan atau Surat Keterangan pasca PPDS-BK yang tidak terikat WKDS
    • Bagi pelamar yang merupakan tenaga pegawai Badan Layanan Umum (BLU) sesuai dengan unit kerja peminatan, melampirkan fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan sebagai tenaga pegawai BLU (dilegalisir pimpinan)
    • Asli surat pernyataan bermaterai Rp. 6.000,- berisi :
      • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
        Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta
      • Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
      • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah
      • Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik atau terlibat politik praktis
      • Tidak pernah serta tidak akan terlibat dalam penggunaan dan atau pendistribusian barang-barang yang termasuk dalam golongan obat-obatan terlarang Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia (surat keterangan bebas NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku, wajib dilengkapi setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi)
        Tidak merokok
      • Apabila diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan, bersedia ditempatkan dan bekerja sesuai unit kerja peminatan paling singkat selama 5 (lima) tahun sejak diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil

Adapun mengenai persyaratan ada sedikit perubahan yaitu 





Sumber : cpnskementrian.info

STANDAR DIANGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA

Dari seminar yang disampaikan pada acara CARING FOR ISSUE (CFI)  HIMIKA PSIK FK UGM  pada  Senin, 28 Agustus 2017  terkait dengan pembahasan tentang SDKI (standar diagnosis keperawatan Indonesia) yang di sampaikan oleh Pak Eko dari PPNI , dengan pembahasan sebagai berikut .
  • ·         Tujuan SDKI Kelebihan 
  •        Penggunaan SDKI
  •        Penerapan dan Hambatan SDKI di Klinik

Sebelum membahas tentang SDKI itu apa , kita akan membahas tentang pengertian dari diagnosis itu sendiri apa sih?
Diagnosis keperawatan merupakan penilaian klinis terhadap pengalaman/respon individu, keluarga, atau komunitas pada masalah kesehatan/ risiko masalah kesehatan atau pada proses kehidupan. Diagnose keperawatan merupakan bagian vital dalam menentukan asuhan keperawatan yang sesuai untuk membantu klien mencapai kesehatan yang optimal , sesuai dengan pasal 30 UU No 38 tahun 2014 tentang keperawatan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan , perawat berwenang untuk menegakkan diagnosis keperawatan . Diagnosa keperawatan telah diterapkan di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, namun pengetahuan perawat terkait indikator-indikator diagnostik untuk penegakan diagnosis masih perlu ditingkatkan agar penegakan dapat dilakuakan secara tepat dan terstandarisasi, serta proses penegakan diagnosisi tidak dianggap sulit. Tanpa terminologi dan indikator yang terstandarisasi, penegakan diagnosisi keperawatan menjadi tidak seragam, tidak akurat dan ambigu sehingga menyebabkan ketidaktepatan pengambilan keputusan dan ketidaksesuaian asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien.

Apa sih SDKI itu?  

SDKI merupakan tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penegakan diagnosis keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif, dan etis (ppni, 2016). 



Referensi SDKI disusun berdasarkan :
          Text book : ICNP DC, NANDA, Newfield  et.al, Doenges,Carpenito-Moyet,Taylor & Ralp, Ackley
         Jurnal Penelitian :
-          Sytematic review
-          Clinical validation
-          descriptive

PERBANDINGAN SDKI, NANDA 

Kelebihan dari SDKI
  1. Bahasa standar keperawatan indonesia
  2. Diakui oleh persi dan kars
  3. Direncanakan terintegrasi dengan sistem jaminan kesehatan nasional (bpjs)
Penerapan SDKI saat ini?
SDKI baru disosialisasikan 29 Desember 2016, dan belum banyak layanan kesehatan yang menerapakannya dikarenakan sosialisasi belum menyeluruh sampai ke tingkat perawat pelaksana sehingga mayoritas masih menggunakan standar diagnosis keperawatan lain terutama NANDA.

Bagaimana dengan hambatan hambatan SDKI?
-      Sosialisasi yang belum merata ( Nuryani & Susanti, 2014; Indrajati,  Ummah,  & Sumarsih,  2011)
-         Belum ada standar outcome dan standar intervensi dari SDKI
-        Jumlah diagnosis yang ada mungkin belum memenuhi kebutuhan diagnosis keperawatan yang diperlukan (149 Diagnosis)

   Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) amatlah penting bagi perawat dalam menjalankan praktiknya pada semua lingkup pelayanan keperawatan, karena diagnosa keperawatan bagian dari pemberian asuhan keperawatan yang meliputi proses keperawatan (Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi), sehingga dengan adanya standar diagnosa original buatan perawat Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang terstandar.
Harapan kedepannya standar diagnosa keperawatan ini diakui dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seperti halnya profesi tenaga kesehatan lain (medis), hal ini perlu diperjuangkan karena pelayanan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perawat di Indonesia

PRA KONGRES ILMIKI WILAYAH IV

Minggu, 27 Agustus 2017
            Pra Kongres Wilayah IV ILMIKI merupakan bagian krusial dalam organisasi ILMIKI yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan diikuti oleh seluruh anggota ILMIKI   WilayaIV. Tujuan dilaksanakannya Pra Kongres Wilayah  IV ILMIKI yaitu sebagai sarana silaturahmi antar mahasiswa keperawatan di wilayah Jateng-DIY, membangkitkan semangat juang mahasiswa keperawatan dalam mewujudkan kemajuan profesi serta sebagai tempat permusyawaratan antar anggota ILMIKI Wilayah IV untuk membahas tujuan, gerak langkah dan strategi pencapaian tujuan yang akan dibawa oleh ILMIKI Wilayah IV dalam agenda nasional KONGRES IX ILMIKI. Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV dilaksanakan di Kota Semarang, Jawa Tengah tepatnya di STIKes Karya Husada Semarang dengan tema “Revitalisasi Peran Mahasiswa Keperawatan Dalam Perlindungan Hukum Keperawatan”. Diadakannya kegiatan Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV di sela-sela liburan mahasiswa ternyata tidak menciutkan semangat dan antusias mahasiswa, termasuk 2 delegasi dari HIMIKA STIKes Surya Global Yogyakarta yaitu saudari Anita Yustika dan Ayu Yulianti.


Delegasi HIMIKA: Ayu Yulianti (kanan) Anita Yustika (Kiri)

            Kegiatan Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV yang berlangsung kurang lebih selama 2 hari merupakan hari yang cukup melelahkan serta menguras pikiran peserta demi pembaharuan yang diperlukan ILMIKI untuk mencapai bentuk ideal dari sebuah organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa keperawatan se-Indonesia. Sehingga diperlukan stamina yang baik supaya bisa tetap fokus mengikuti jalannya kegiatan. Sebagaimana yang disampaikan oleh ketua panitia Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV dalam sambutannya pada saat Opening Ceremony  “peserta diharapakan berkontribusi penuh serta aktif dan berkomiten dalam memberikan sumbangsih nyata dalam bidang kesehatan melalui ide dan inovasi terbarunya untuk organisasi ILMIKI yang lebih baik”.
            Opening Ceremony kegiatan Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV dimulai pada hari rabu (24/08) pukul 13.20 WIB yang dihadiri oleh berbagai delegasi himpunan mahasiswa keperawatan yang ada di wilayah Jateng-DIY. Setelah Opening Ceremony selesai dilanjutkan ke pembacaan tata tertib peserta selama kegiatan Pra kongres berlangsung. Pembacaan tata tertib dipimpin oleh pemimpin sidang yang dipilih oleh peserta.
            Sebagaimana yang sudah ter-jadwal dirundwon kegiatan, setelah pembacaan tata tertib peserta dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART& GBHO ILMIKIyang dipimpin oleh pemimpin sidang. Pada saat pembahasanART ILMIKI Bab 1 (Keanggotaan), pasal 4 (Ketentuan Kehilangan Keanggotaan), point 5 yang berbunyi “Tidak melakukan kegiatan atau program kerja sesuai dengan ketetapan Rakernas untuk setiap anggotanya”cukup menegangkan seluruh peserta pra kongres termasuk panitia yang mendampingi, dikarenakan terjadi perdebatan hebat antara peserta satu dengan peserta lainnya, mereka saling bersitegang untuk kokoh mempertahankan argumennya, sebagian peserta menyetujui point tersebut dan sebagian peserta lainnya meminta untuk diadakannya revisi terkait memberikan toleransi batas waktu konfirmasi apabila institusi yang bersangkutan tidak sanggup menjalankan kegiatan atau program kerja. Setelah di musyawarahkan bersama dan mencapai mufakat, akhirnya situasi aula kembali tenang seperti semula.
Di hari pertama ada 3 pembahasan, selain pembahasan AD/ART & GBHO ILMIKI, juga peserta diminta untuk mengevaluasprokepengurus ILMIKNasionayang dipimpin oleh Koordinator Wilayah IV yaitu Kak Reni Desi Susanti serta pembahasan visi dan misi juga program kerja yang akan disosialisasikan calon sekjenILMIKdari WilayaIyaitu Ririn Andriani. Adapun yang menarik perhatian peserta pada program kerja unggulan yang disampaikan oleh calon Sekretaris Jendral (Sekjend) Wilayah IV ini cukup memukau dikarenakan inovasi terbarunya dalam ILMIKI yang akan dipimpinnya untuk satu periode kedepan jika terpilih nanti. Calon Sekjend ILMIKI Wilayah IV yang akrab di sapa kak Ririn ini, menjelaskan mengenai program kerja unggulannya yaitu akan membuat aplikasi SMART NURSING (Nursing Student is Milenial Era) yang katanya aplikasi ini akan mirip seperti aplikasi BBM berisi forum diskusi mahasiswa keperawatan dengan perawat, jurnal keperawatan, isu keperawatan, quiz keperawatan hingga forum belajar bersama serta games keperawatan. Tidak lupa ia juga akan memperkenalkan aplikasi tersebut kepada mahasiswa keperawatan maupun perawat yang ada di luar negeri melalui beberapa channel yang dimilikinya.Di akhir sosialisasinya, seluruh peserta bertepuk tangan tanda mengapresiasi gagasan terbarunya juga beberapa peserta menyampaikan kritik dan sarannya demi sempurnanya pembaharuan yang akan dirintis nantinya.
                        Di hari kedua (24/08) merupakan acara yang terakhir, yaitu Closing Ceromony. Meskipun hari terakhir para peserta masih antusias mengikuti kegiatan. Antusiasme mereka tergambar dari raut wajah cerah serta semangatnya menuju aula. Namun, sebelum acara Closing Ceromony peserta mendapatkan beberapa pengarahan dan motivasi ke depannya untuk ILMIKI yang lebih baik serta tips menjadi perawat multitalent dan profesional melalui sharing bersama alumni ILMIKI yang saat ini beberapa diantaranya sudah dapat dikatakan sukses dalam dunia kerjanya yakni sebagai seorang perawat.

 
seluruh peserta Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV pada saat closing ceremony

            Selama kurang lebih 2 hari terus bersama-sama, saling tukar pendapat, pengalaman, gagasan terbaru dan inovasi terbarukan sampailah kami kepada acara terakhir yaitu Closing Ceremony. Saat menunggu Closing Ceremony keakraban semakin meningkat, banyak dari peserta mengabadikan foto bersama serta saling tukar contact person untuk tetap menjaga semangat solidaritas walaupun jarak dan kesibukan masing-masing telah berhasil memisahkan.Perjuangan kami selama 2 hari di STIKes Karya Husada Semarang masih menjadi awal sekaligus bekal untuk mempersiapkan diri dan mental untuk mengikuti Kongres IX ILMIKI di STIKes Harapan Ibu Jambi nanti pada tanggal 20-25 September 2017.Di akhir kalimat “Kita selaku mahasiswa dianggap sebagai pemegang posisi strategis untuk bergerak dapat mengontrol semua perubahan dengan bermodalkan skill, etika dan mampu berfikir idealis, dengan berorganisasi kita diajarkan menjadi pemimpin yang dapat mengambil kebijakan secara benar, berkomunikasi dengan baik dan efektif untuk menyamakan presepsi antar semua elemen pengambil maupun penggerak kebijakan, niat kita hadir ke Pra Kongres ILMIKI Wilayah IV bukan untuk eksistensi diri. Melainkan, kita mengemban amanah, moral dan sosial” (Anita dan Ayu: Jurnalis HIMIKA)

***

MATERI SEMINAR NASIONAL NURSING X-TION 2017

Materi Seminar Nasional Nursing X-Tion 2017 dapat di download disini..