Menu

Inovasi Bra Aromaterapi Karya Mahasiswa STIKes Surya Global Raih Juara 2 LKTI Nasional

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, berdasarkan Pusdatin Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi penyakit kanker payudara di Indonesia sebesar 0,5%, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan prevalensi tertinggi penderita kanker payudara yaitu sebesar 2,4%. Walaupun banyak variasi penatalaksanaan medis yang dapat dilakukan, ternyata penderita kanker payudara masih memiliki berbagai keluhan yang mengganggu psikososial dan spiritualnya sehingga dapat membuat kualitas hidup penderita kanker payudara  menurun, seperti adanya benjolan dan keluarnya cairan tidak sedap (Nipple Discharge).
Rifqi Alifa Bestari (kiri) Alfi 'Atiyatul Mubasyiroh (tengah) Dwi Kurniasih (kanan) juara 2 lomba LKTI Nasional
Hal tersebut membuat 3 mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global Yogyakarta: Dwi Kurniaish, Rifqi Alifa Bestari dan Alfi ‘Atiyatul Mubasyiroh berinisiatif untuk membuat suatu gagasan inovasi tentang inovasi bra aromaterapi yang dapat menyerap nipple discharge pada penderita kanker payudara yang diberi nama Ipad Mini, dan dapat digunakan sebagai media perawatan paliatif untuk mencegah terjadinya gangguan citra tubuh pada penderita.
“Ipad Mini sebagai inovasi bra ini memiliki 2 bagian yaitu Multifunction Breast Holder dan Disposable Insertion Pad. Dimana Bra tersebut berbahan utama mikrofiber yang mengandung anti bakteria dan dapat menyerap 8x lebih banyak dari kain biasa serta menggunakan  tali fleksibel untuk mengatur kekencangan bra sesuai kenyamanan penderita, kemudian  pad sekali pakai berfungsi sebagai aromaterapi yang nanti akan disisipkan lewat kantong yang terdapat pada Bra sehingga dapat membuat penderita lebih rileks dan menyamarkan bau dari nipple discharge” Ujar Alfi, Sabtu (19/11)
Dari gagasan inovasi tersebut, kemudian diikusertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Hilarius 2016 yang diadakan oleh Himika FK UGM. Setelah melalui berbagai proses penyeleksian dan presentasi di final lomba pada hari Jumat (18/11) di Gedung Paleoantropologi FK UGM. Akhirnya diumumkan juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional tersebut pada sabtu (19/11) di Auditorium Gedung Ismangoen PSIK UGM dan delegasi Stikes Surya Global mendapatkan gelar juara II, dengan Juara 1 diraih oleh UGM dan Juara III Oleh Unissula.
“Dari KTI yang kami buat ini, kami akan mencoba untuk terus menyempurnakannya sehingga dapat benar-benar diimplementasikan  pada penderita kanker payudara dan dapat menjadi salah satu media untuk meningkatkan kualitas hidup bagi penderita” ujar Ifa, Sabtu (19/11)

Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Asuhan Keperawatan

Oleh: Panitia Pelatihan Asuhan Keperarawatan HIMIKA SSG

            Menurut Ali (2010), Suatu dokumen atau catatan yang berisi data tentang keadaan pasien yang dilihat tidak saja dari tingkat kesakitan akan tetapi juga dilihat dari jenis, kualitas dan kuantitas dari layanan yang telah diberikan perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien
            Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bagian dari proses asuhan keperawatan yang dilakukan secara sistematis. Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan catatan penting yang dibuat oleh perawat baik dalam bentuk elektronik maupun manual berupa rangkaian kegiatan yang dikerjakan oleh perawat meliputi lima tahap yaitu:
  1. pengkajian
  2. penentuan diagnosa keperawatan
  3. perencanaan tindakan keperawatan
  4. pelaksanaan/implementasi rencana keperawatan
  5. evaluasi perawatan.
Tujuan pendokumentasian keperawatan, antara lain sebagai berikut:
  1. Sebagai media untuk mendefinisikan fokus keperawatan bagi klien dan kelompok.
  2. Untuk membedakan tanggung gugat perawat dengan anggota tim kesehatan lainnya.
  3. Sebagai sarana untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah diberikan kepada klien.
  4. Sebagai data yang dibutuhkan secara administratif dan legal formal.
  5. Memenuhi persyaratan hukum, akreditasi dan professional.
  6. Untuk memberikan data yang berguna dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Sedangkan manfaat dokumentasi asuhan keperawatan menurut Nursalam (2008), dokumentasi asuhan keperawatan menurut beberapa aspek berikut :
  1. Aspek hukum
  2. Kualitas pelayanan
  3. Keuangan
  4. Pendidikan
  5. Penelitian
            Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa keterampilan serong perawatan dalam membuat askep sangat-sangat penting. mengingat begitu pentinya keterampilan tersebut, sudahkan kita sebagai mahasiswa ilmu keperawatan bisa membuat dokumentasi asuhan keperawatan dengan baik dan benar? jika kita belum bisa atau sudah bisa kosongkanlah isi gelas tersebut setengah. mari kita bersama-sama belajar membuat askep yang baik.
            oleh karena itu, kami dari pantia pelatihan asuhan keperawatan siap mewadahi keinginan mulia teman-teman mahasiswa yang ingin belajar membuat asuhan keperawatan. pelatihan asuhan keperawatan akan kami laksanakan selama 3 hari mulai dari hari jumat-minggu (16-18/12). bagaimana cara mendaftarnya? teman-teman tinggal daftar distand panitia yang ada di kampus timur dan graha santri. info lebih lanjut hub contact person yang tertera pada poster.*



Referrence
  1. Ali, Z. 2010. Dasar-Dasar Dokumentasi Keperawatan. EGC. Jakarta
  1. Carpenito, L. J. 1999. Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan : Diagnosa Keperawatan dan Masalah Kolaboratif., EGC. Jakarta.
  1. Depkes, R.I. 1997.Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit. Jakarta.

LKMM VIII NASIONAL ILMIKI

Minggu, 27 November 2016
            LKMM (latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa) adalah latihan kepemimpan tingkat III bersekala nasional yang dilaksanakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) dimana sebelumnya telah dilakukan latihan kepemimpinan ditingkat institusi (tingkat I) dan wilayah (tingkat II) atau yang dikenal dengan Nursing Camp. Tujuan dilaksanakannya LKMM VIII Nasional ILMIKI yaitu untuk menciptakan kader-kader penerus ILMIKI yang kompeten. Melalui pelatihan ini lah diharapkan akan muncul bibit-bibit baru yang akan meneruskan perjuangan ILMIKI dimasa depan bersama-sama mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan dari seluruh Indonesia. LKMM VIII Nasioanl tahun 2016 ini dilaksanakan di luar tanah jawa lagi, sebagaimana LKMM VII di Udayana Bali LKMM VIII tahun ini dilaksanakan di Universitas Indonesia Timur, Makasar, Sulewesi Selatan yang berlangsung mulai dari tanggal 24-27 November 2016 dengan tema “Revitalisasi Peran Ilmiki Sebagai Wadah Pengembangan Mahasiswa Keperawatan”. Letak geografi UIT yang jauh ternyata tidak menciutkan semangat para peserta dari luar sulewesi untuk mengikuti LKMM. Walaupun harus memakai dana pribadi, termasuk 2 delegasi dari HIMIKA STIKes Surya Global Yogyakarta yaitu saudara Ainur Rofiq dan Anita Yustika yang harus memakai sebagian dana pribadi guna mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Delegasi HIMIKA: Anita Yustika (kanan) Ainur Rofiq (Kiri)
             Kegiatan LKMM yang berlangsung kurang lebih selama 4 hari merupakan hari panjang dan melelahkan bagi peserta. Sehingga diperlukan stamina yang baik supaya bisa tetap fokus mengikuti LKMM. Sebagaimana yang disampaikan oleh presiden BEM Fakultas Keperawatan UIT dalam sambutannya pada saat Opening Ceremony  “peserta diharapakan fokus terhadap materi yang akan diberikan sehingga materi yang diturunkan dapat diterima dengan maksimal”.

Pelatihan Pemenuhan Pelatihan Pemenuhan Kebutuhan Asupan cairan dan Elektrolit

Simulasi Peserta Pelatihan
  Minggu (20/11), HIMIKA STIKes Surya Global Kedirjenan P3SDM mengadakan pelatihan “Injeksi Infus sebagai Pelatihan Pemenuhan Kebutuhan Asupan Cairan dan Elektrolit”. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mengetahui materi dan simulasi injeksi infus serta sebagai persiapan dalam kegiatan MOPK khususnya bagi semester 3 pada Januari 2017 mendatang. Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari semester 1 dan 3. Dimana kegiatan ini berlangsung pada pukul 07.00 – 13.00 WIB, tempat di Kampus Graha Santri. Adapun tempat yang digunakan untuk sosialisasi dan materi dilaksanakan di Aula Graha Santri sedangkan untuk simulasi injeksi dilaksanakan di ruang 1 dan 2. Perencanaan kegiatan ini dimulai dari (28/10), dengan penggalangan dana dari peserta, panitia, selebihnya dari kampus dan himika. Untuk kelancaran kegiatan ini pun tidak lepas dari berbagai macam kendala, salah satunya rancangan kepanitian yang kurang efektif. ”Sebenarnya banyak kendala yang tidak bisa disebutkan satu-persatu dari mulai kepanitiaan, anggaran, dan lain-lain. Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi ketua panitia, jadi saya agak canggung. Tetapi, Insya Allah ini langkah awal saya berkecimpung di dunia organisasi”, ujar Febri Ismail selaku ketua panitia. Namun, di tilik dari segi sarana prasarana sudah memenuhi target dan sebagai acuannya materi yang di sampaikan oleh Bapak Eriyono yaitu mengenai “Pemenuhan Kebutuhan Asupan Cairan dan Elektrolit”.